stt saat malang, pendaftaran stt saat malang, alamat stt saat malang, asrama stt saat, jurnal stt saat, akreditasi stt saat malang
Tulisan ini adalah alasan dibalik kenapa nulis di blog.
akreditasi stt saat malang, alamat stt saat, pendaftaran stt saat, dosen stt saat, stt saat jakarta, ketua stt saat, biaya kuliah stt saat malang

Sebelum mulai, cuci tangan dulu. Keringin. Oke, lanjut lagi!

Pandemi COVID-19 dan berbagai hal membuat saya terpacu untuk berkarya. Dulu pas SMP sempat punya blog sendiri di Blogger (yang domainnya .blogspot.com itu). Ya bahas-bahas teknologi gitu dan udah cukup banyak traffic-nya. Sejak SMA udah jarang buka dan terbengkalai. Nah baru-baru aja pas kuliah terbesit lagi untuk nulis dan berbagi dengan teman-teman pembaca budiman yang baik (dan rajin menabung, eh).

stt saat malang, pendaftaran stt saat malang, alamat stt saat malang, asrama stt saat, jurnal stt saat, akreditasi stt saat malang

Awalnya saya pengen blog ini membantu teman-teman yang ingin masuk ke sekolah Alkitab. Karena jujur dulu saya pernah di-share tulisan tentang panggilan gitu dan itu sangat membantu! Nah beranjak dari situ saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menjalani panggilan saya di seminari lewat blog ini. Harapannya semakin banyak yang Tuhan panggil menjadi hamba-Nya.

Lebih besar dari yang dibayangkan.

Tapi dipikir-pikir, blog ini bisa menjadi sesuatu yang lebih besar dibanding sebelumnya. Setelah melewati berbagai penolakan dan penerimaan dalam hidup, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan berbagai topik yang terlintas dalam pikiran saya (ga terbatas tentang panggilan aja) di dalam blog ini. Barangkali menarik kan? Supaya kamu (iya, kamu) suka (aku, eh). Lanjut!

Sekitar 2 bulan berpikir-pikir buat blog dan stuck dengan Blogger yang cukup jadul. Saya mulai memikirkan untuk beralih ke WordPress dan memakai jasa hosting. Setelah melakukan penelitian beberapa waktu, saya mendapati bahwa membuat blog seperti ini tidak terjangkau (apalagi saat pandemi seperti ini). Suatu malam terbesit dalam pikiran (setelah baca blog Kevin Anggara juga) untuk segera memulai membuat blog. Nunggu jadi kaya dulu akan memperlambat bukan?

Akhirnya saya menemukan jasa hosting dari Dewaweb. Tanpa berlama-lama lagi saya memutuskan untuk memilih paket hosting paling murah Dewaweb seharga Rp20.000/bulan (saya bayar untuk 3 bulan, total Rp60.00). Saya sekalian beli (sewa per tahun sih) domain bimaanugerah.com ini yang kebetulan belum ada yang pake. Plus yang terakhir beli SSL (kayak fitur keamanan gitu) supaya ketika teman-teman mengakses blog saya tidak akan muncul notifikasi “Situs yang Anda kunjungi berbahaya”.

Tulisan dan kenangan menjadi satu.

Nah di blog ini saya akan berbagi kehidupan dengan teman-teman. Sila tiru yang baik dan buang yang buruk. Saya bukan seorang yang sempurna. Saya suka menggunakan istilah pendosa besar untuk menggambarkan diri saya. Tapi Kristus mengasihi saya dan memampukan saya untuk membuat blog ini. Banyak kisah sedih, sepi, ditolak, senang, bahagia yang akan saya bagikan di sini. Apapun lah yang kepikiran akan saya tulis di sini.

Ngomong-ngomong judulnya kayak ga ada hubungan ya sama tulisannya? Tunggu dulu. Itu ada makna tersirat, apalagi kata Cadbury itu. Saya sangat dekat dengan coklat ini (sama Silverqueen juga sih). Spesial banget lah (Cadbury ini begitu dekat dengan seseorang. Aku harap kamu baca ini). Cuma ya… (tulisan lain mungkin akan memperjelas ini semua). Intinya blog ini bisa menjadi memori untuk kenangan yang pernah ada dan yang akan ada (entah apa dan dengan siapa). Kita ga tau kan 10, 20, atau bahkan 50 tahun ke depan akan seperti apa. 

Mesin Waktu.

Jika bisa pinjem istilah dari Kevin Anggara di tulisannya, maka blog ini bisa menjadi “Mesin Waktu”. Terakhir, blog ini saya kelola dengan amatiran. Jadi, kalo banyak yang masih salah-salah harap maklum. Semoga blog ini akan lebih berkembang selanjutnya 🙂 So, udah siap untuk perjalanan ini? Tuhan memberkati.

Bagi yang mau liat tulisan Kevin Anggara yang berjudul “Mesin Waktu” bisa klik tautan di bawah.

UPDATE 10 Juni 2020: Saya memutuskan upgrade paket hostingan ke 90.000/bulan.

Bisa di-share juga nih...

4 tanggapan untuk “Aku, kenangan, dan Cadbury”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.