Dasar bocah!

Jika nggak mau yaudah...

Kata “bocah” pada beberapa orang memiliki makna yang kurang baik. Bocah sering diindikasikan dengan seseorang yang belum dewasa, kekanak-kanakkan, atau tidak tahu mengambil keputusan. Jika kata ini dialamatkan ke seseorang, saya rasa hampir pasti orang itu akan tersinggung. Dirinya merasa direndahkan. Tapi ada yang lebih bocah sebenarnya…

DUA BOCAH

Dua bocah.

Tentu orang yang mengatakan orang lain “bocah” adalah bocah itu sendiri. Bagi saya tidak ada bedanya antara keduanya. Mungkin saja yang bocah ya memang yang bilang bukan orang lain. Bagaimana menurut anda?

Orang dewasa saya percaya jauh lebih menjaga perkataannya. Kata-kata yang merendahkan orang lain lebih baik dihindari. Walau begitu, saya sadar bahwa dalam beberapa tahap emosi tertentu seseorang dapat kehilangan kendali atas apa yang ia ucapkan. Dan akhirnya kata-kata yang seharusnya tidak terucap malah terucap. Lebih buruknya orang yang menerima kata-kata itu tersakiti.

ANUGERAH

Kristus, Bocah, dan Respon kita.

Bagi yang menerima kata-kata ini, ingat ada anugerah kasih Allah yang jauh lebih berharga dari kata-kata orang. Respon kita ketika menerima kata-kata ini jauh lebih penting. Yaitu apa? Respon anugerah. Respon yang menyadari bahwa setiap orang memiliki kelemahan apalagi kelemahan dalam aspek emosi. Mengampuni adalah cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini bagi kita.

Bagi yang mengatakan kata ini ke orang lain. Sadarlah bahwa Kristus sudah mati bagimu bahkan saat kamu masih bocah! Untuk apa membanggakan kedewasaanmu? Untuk apa merasa diri lebih baik dan merendahkan orang lain? Siapa kamu di hadapan Tuhan? Tiada lain selain bocah yang diselamatkan. Kita semua adalah bocah-bocah yang diselamatkan Kristus.

i miss you 🙂

Bisa di-share juga nih...

Satu tanggapan untuk “Bocah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.