panggilan menjadi hamba tuhan, panggilan sebagai hamba tuhan, kesaksian panggilan menjadi hamba tuhan, hamba tuhan adalah, hamba tuhan
Nulis untuk menghilangkan penat di hari yang sibuk.

20 Juni 2020. Malam hari di kamar.

Sambil dengerin lagu Tanpa Tergesa - Juicy Luicy. Kalo mau sambil dengerin bisa nih...

Ini akan menjadi tulisan yang pendek saja di hari yang cukup melelahkan ini. Ya ini mungkin menjadi catatan harian kecil untukku di hari ini, jadi lebih ke arah mengungkapkan apa yang ada di dalam hati ini saja sembari beristirahat. Semoga bisa memberkati. (Kali ini pake aku-kamu ya HEHEHEHE).

MULAI

Rapat, membaca, dan chat.

Di hari-hari liburan ini, aku mendapat banyak tugas pelayanan. Mulai dari Sekolah Injil Liburan atau REBAHAN (ini harus ikut sih). Dari tugas dan pelayanan yang Tuhan berikan ini, Dia mengajarkan aku untuk tidak take it for granted alias hanya “ya pelayanan aja, gak ada apa-apa kan… cuma pelayanan aja, udah santai aja”. Pemikiran seperti ini jujur membuatku cukup santai dan menganggap remeh. Sampai di suatu kala Tuhan menegurku bahwa semuanya itu adalah anugerah Tuhan semata. Dan seharusnya sikapku bukan seperti itu melainkan dengan penuh hormat dan tanggung jawab melakukan apa yang Tuhan berikan padaku.

 

Tapi walaupun demikian, tetap semuanya membuatku lelah. Rapat, membaca, dan chat adalah hal-hal yang seperti sudah menjadi “sahabat karib” dalam kehidupanku. Chat grup panitia yang banyak kadang membuat bingung (HAHAHA), yang mau dilakuin apa sih sebenarnya? Rapat pun hampir tiap hari dan kadang jujur sebagai manusia saya bosan (hehehehe). Ngantuk juga sih… Hmmmm, lanjut aja ya! 

john piper, coronavirus and christ, bima anugerah
Buku ini gratis (buku elektronik) dan sangat bagus.

Membaca dan membaca.

Ya, saya masih menyempatkan diri untuk membaca. Dorongan teman adalah salah satu alasannya. Dan, itu baik untuk menjaga agar otak ini tidak freeze pada masa liburan hahahaha… Btw buku yang aku baca sekarang ini (saat aku nulis ini) ada 3 yaitu Is God a Moral Monster (Paul Copan), Coronavirus and Christ (John Piper), dan Same-sex Attraction and the Church (Ed Shaw).

Lelah.

panggilan menjadi hamba tuhan, panggilan sebagai hamba tuhan, kesaksian panggilan menjadi hamba tuhan, hamba tuhan adalah, hamba tuhan
Keyboard kotor menjadi saksi bisu betapa banyaknya waktu saya habiskan bersama dia.

Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Semuanya membuatku lelah. Hari ini terasa sangat capek dan waktu serasa berjalan begitu cepat (apalagi minggu ini). Serasa baru kemarin ibadah hari Minggu… eh besok udah mau ibadah lagi. Exhausted. Namun belajar terus bersyukur atas apa yang Tuhan telah berikan. Di tengah segala kelelahan ini, aku mencoba belajar untuk menemukan keindahan Kristus itu dalam setiap pelayanan yang dipercayakan Tuhan padaku. Mazmur 119:18 memberikan gambaran apa yang aku maksudkan di sini.

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Mazmur 119:18

Yang mungkin aku takutkan adalah seperti tadi. Take it for granted. Aku melayani tapi tidak tahu siapa yang aku layani. Membaca dan tahu akan teologi tapi tidak “mengenal” siapa yang aku pelajari. Tahu akan segalanya tapi kehilangan semua karena aku tidak mengenal Kristus itu. Dan yah… hidupku tidak diubahkan. Lewat tulisan ini aku ingin mengingat agar aku terus “dibukakan” untuk melihat keajaiban-keajaiban Tuhan dalam setiap apa yang aku lakukan.

SELESAI

Terima kasih.

Download bukunya di sini.

John Piper membagikan buku-bukunya secara gratis di website-nya desiringgod.org. Walaupun bahasa Inggris dan berbentuk e-book, ini tetep recommended banget kok!

Bisa di-share juga nih...

Leave a Reply

Your email address will not be published.